Loading...
BLOG

Lihat Artikel

Ciri dan Jenis-jenis Reaksi Asam Basa

Administrator   22 Aug, 2023

Pengertian Reaksi Asam Basa

Reaksi asam basa adalah reaksi kimia yang terjadi karena adanya pertukaran satu atau lebih ion H+ pada molekul yang bersifat asam dan molekul yang bersifat basa. Ini artinya, reaksi asam basa dapat berlangsung di antara molekul asam dan basa.

Reaksi antara asam dan basa menghasilkan garam dan air yang dapat bersifat netral jika molekul asam dan basa yang digunakan sama-sama kuat. Contoh, HCl (asam kuat) direaksikan dengan NaOH (basa kuat) menghasilkan air dan NaCl (garam) yang bersifat netral.

Sementara jika salah satu asam dan basa ada yang bersifat kuat dan lemah kemudian direaksikan, maka garam dan air yang dihasilkan akan mengikuti zat pereaksi yang kuat.

Reaksi asam basa ini juga disebut sebagai reaksi penetralan dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam biokimia dan kimia industri.

Ciri-ciri Reaksi Asam Basa

Untuk membedakan reaksi asam basa dengan reaksi kimia lainnya, kamu dapat memperhatikan beberapa ciri-cirinya berikut ini.

  • Reaksi melibatkan molekul yang bersifat asam dan bersifat basa.
  • Hasil reaksinya berupa garam dan air.
  • Reaksi asam basa dapat ditandai dengan adanya perpindahan ion-ion pada larutan asam dan basa.
  • Dapat dideteksi dengan menggunakan kertas lakmus, indikator pp (fenolftalein) kertas indikator universal, dan pH meter.

Jenis-jenis Reaksi Asam Basa

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa reaksi antara asam dan basa menghasilkan garam dan air. Berdasarkan jenis asam dan basa yang bereaksi ini, garam yang dihasilkan terdiri dari empat jenis, yaitu :

1. Reaksi antara asam kuat dan basa kuat

Reaksi asam kuat dan basa kuat adalah reaksi yang terjadi ketika asam kuat direaksikan bersama dengan basa kuat. Contoh:

2HCl(aq) + Ba(OH)2(aq) → BaCl2(aq) + 2H2O(l)

Dari reaksi asam basa di atas, diketahui bahwa HCl merupakan asam kuat, sedangkan Ba(OH)2 adalah basa kuat sehingga menghasilkan garam (BaCl2) dan air yang netral, yaitu pH = 7.

Selain itu, dari reaksi di atas juga bisa menghasilkan zat sisa berupa asam dengan pH di bawah 7 atau zat sisa berupa basa dengan pH di atas 7.

2. Reaksi antara asam kuat dan basa lemah

Reaksi asam dan basa juga bisa terjadi pada larutan dengan asam kuat dan larutan dengan basa lemah. Contoh:

HBr(aq) + NH3(aq) → NH4Br(aq)

Dari contoh di atas, dapat diketahui bahwa HBr adalah asam kuat, sedangkan NH3 adalah basa lemah. Hasil reaksi antara asam kuat dan basa lemah ini dapat menghasilkan :

  • Zat sisa berupa asam dengan pH di bawah 7.
  • Jika dalam reaksi tersebut menghasilkan zat sisa berupa basa, maka akan terbentuk larutan buffer basa (pH > 7).
  • Jika dalam reaksi asam dan basa sama-sama habis, maka pH larutan ditentukan dari larutan garam yang terbentuk. Garam ini akan mengalami hidrolisis sebagian (parsial) yang bersifat asam (pH < 7).

3. Reaksi antara asam lemah dan basa kuat

Contoh reaksi antara asam lemah dan basa kuat adalah larutan CH3COOH (asam lemah) dan larutan NaOH (basa kuat) menghasilkan CH3COOHNa dan H2O.

CH3COOH(aq) + NaOH(aq) → CH3COOHNa(aq) + H2O(l)

Dari reaksi ini, dapat menghasilkan :

  • Jika dalam reaksi ini zat yang tersisa adalah asam, maka akan terbentuk larutan bufer asam (pH < 7).
  • Jika dalam reaksi ini zat yang tersisa adalah basa, maka pH larutan setelah reaksi ditentukan dari pH basa yang tersisa.
  • Jika dalam reaksi asam dan basa sama-sama habis, maka pH larutan ditentukan dari larutan garam yang terbentuk. Garam ini akan mengalami hidrolisis sebagian (parsial) yang bersifat basa (pH > 7).

4. Reaksi antara asam lemah dan basa lemah

Contoh reaksi antara asam lemah dan basa lemah adalah larutan CH3COOH (asam lemah) yang direaksikan dengan NH3 (basa lemah) akan menghasilkan CH3COOHNH4.

CH3COOH(aq) + NH3(aq) → CH3COOHNH4(aq)

Adapun hasil reaksi antara asam lemah dan basa lemah ini, antara lain :

  • Jika dalam reaksi ini zat yang tersisa adalah asam, maka pH larutan setelah reaksi ditentukan dari pH asam lemah yang tersisa dan garam yang terbentuk.
  • Jika dalam reaksi ini zat yang tersisa adalah basa, maka pH larutan setelah reaksi ditentukan dari pH basa lemah yang tersisa dan garam yang terbentuk.
  • Jika dalam reaksi asam dan basa sama-sama habis, maka pH larutan ditentukan dari larutan garam yang terbentuk. Garam ini akan mengalami hidrolisis sempurna (total) yang bergantung dari besaran nilai Ka (tetapan ionisasi asam) dan Kb (tetapan ionisasi basa) dari asam lemah dan basa lemah yang membentuknya.